24 JAM
Pelajaran disaat saya mulai kenal dia adalah hal yang tersulit saya dapat terutama tentang dia yang dapat mengenalku dengan mudah, saya slalu berfikir "disaat tua nanti dia akan mengenalku atau tidak sedangkan saya mulai keriput dan jelek karena termakan usia, apakah di masih mencintai saya seperti pertama saya dan dia berjumpa.
Setelah aku pelajari lebih dalam cinta yang suci tidak mengenal berapapun usia, cinta hanya butuh dia yang setia.
Saya dan dia pernah jalan berdua ke sebuah mall, saya berbicara dalam hati "asal kamu tau yang saya pikirkan disaat kita jalan berdua itu bukan masalah uang, tapi bagaimana saya bisa membuat kamu tidak bosen denganku".
Keraguan cinta ini membuat saya bertanya-tanya, hati terasa berperang melawan keraguan akankah saya bisa membuatnya bertahan denganku.
Keesokan harinya saya mendatangi rumahnya tetapi saya tidak bisa menemuinya, setelah saya ingin pergi dari rumahnya saya mendapat kabar bahwa orang yang selama ini saya cintai sudah meninggal sejak seminggu yang lalu dan saya baru sadar selama ini saya berjalan dengan arwahnya.
Saya langsung berlari menuju ketempat peristirahatannya terakhir melihat kuburannya yang dipenuhi dengan bunga, menangis saya begitu besar harapan untuk bersamanya sampai tua nanti. Kata ibunya " dia mempunyai penyakit kanker hati sejak lahir " dan waktu itu adalah terakhir saya melihatnya tersenyum karena dia tau waktunya untuk hidup tidak akan lama lagi.
setiap hari tak lelah hati 24 jam hanya untuk mencintai nya mungkin kurang beruntung bagi saya tapi saya tau dia masih mencintai saya sampai detik ini.
Keraguan cinta ini membuat saya bertanya-tanya, hati terasa berperang melawan keraguan akankah saya bisa membuatnya bertahan denganku.
Keesokan harinya saya mendatangi rumahnya tetapi saya tidak bisa menemuinya, setelah saya ingin pergi dari rumahnya saya mendapat kabar bahwa orang yang selama ini saya cintai sudah meninggal sejak seminggu yang lalu dan saya baru sadar selama ini saya berjalan dengan arwahnya.
Saya langsung berlari menuju ketempat peristirahatannya terakhir melihat kuburannya yang dipenuhi dengan bunga, menangis saya begitu besar harapan untuk bersamanya sampai tua nanti. Kata ibunya " dia mempunyai penyakit kanker hati sejak lahir " dan waktu itu adalah terakhir saya melihatnya tersenyum karena dia tau waktunya untuk hidup tidak akan lama lagi.
setiap hari tak lelah hati 24 jam hanya untuk mencintai nya mungkin kurang beruntung bagi saya tapi saya tau dia masih mencintai saya sampai detik ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar